Kontinuitas, Perubahan, dan Fungsi Krinok pada Masyarakat Batin di Dusun Rantau Pandan, Kab. Bungo, Jambi
DOI:
https://doi.org/10.30631/demos.v2i1.1244Kata Kunci:
Krinok, Perubahan fungsi, Lek GedangAbstrak
Krinok adalah nyanyian yang dulu digunakan sebagai sarana komunikasi dan penghibur diri. Dinyanyikan ketika sedang bekerja di ladang dan pada acara lek gedang, beselang gedang atau untuk menyambut raja atau kepala daerah. Seiring berjalannya waktu, fungsi dan kegunaan Krinok berubah. Kebudayaan bersifat dinamis sehingga perubahan tidak dapat dihindar. Dalam proses perubahan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kebudayaan tersebut berubah, seperti teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode etnomusikologi dengan melakukan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa perubahan pada fungsi yang terjadi pada Krinok merupakan suatu upaya pelestarian supaya kesenian ini tetap ada.
Referensi
Bahar, Mahdi., Johannes., Hasan, Uswan., Gunawan, Indra., Zulkarnai., M, Hartati., & Fatonah. (2012). Transformation of Krinok to Bungo Krinok Music: The Innovation Certainty and Digital-Virtual Contribution for Cultural Advencement. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 16., No. 1, pp. 47-55.
Damhuri, Ahmad. (2013). Peranan Penari Perempuan dan Laki-Laki Dalam Pertunjukkan Tari Tauh (Skripsi FBS : Universitas Negeri Padang).
Fitria, dkk. (2013). Kearifan Lokal Masyarakat Bungo dalam Syair Krinok: Analisis Semiotika Riffaterre. Jambi: Kantor Bahasa Provinsi Jambi.
Gafar, Abdoel., Fitrah, Yundi., Karim, Maizar., Budiyono, Herman., & Nazurty. ( 2019). Educating Young Generation and Preserving Heritage Through Seloko Adat in Marriage Ceremony. International Journal of Science & Technology Research Volume 8, Issue 8, pp. 206-210.
Indhra, Feerlie Moonthana., Karim Maizar., & Nazurty. (2018). Sastra Lisan Krinok: Kajian Struktural dan Semiotik. DIKBASTRA: Junrnal Pendidikan Bahasa dan Sastra 1 (1), pp. 65-78.
Jaya, Mulya. (2014). Krinok Sebagai Media Pembelajaran. Sleman: Gre Publishing.
Kartomi, Margaret J. (1981). The Processes and Results of Musical Cultural Contact: A Discussion of Terminology and Concept in Ethnomusicology. No. XXV-2. Bloomington: Indiana University Press.
Koentjaraningrat. (1982). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Lauer, H Robert. (1993). Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Bina Aksara
Merriam, Alan P. (1964). The Anthtropolgy of Music. Chicago: North Western University Press.
Nettl, Bruno. (1964). Theory And Method in Ethnomusicology. New York: The Free Press of Glencoe.
Nukman, M & Ikhsan. (2012). Muatan Ideologi Melayu Jambi Dalam Seloko. Jambi: Kantor Pusat Bahasa Provinsi Jambi.
Rahayu, Gusti. (2012). Persepsi Masyarakat Terhadap Pertunjukan Krinok pada Acara Pesta Perkawinan di Kabupaten Bungo. (Thesis of Postgraduate Padang: Universitas Negeri Padang).
Rassuh, Ja'far. (2007). Musik Tradisional. Jambi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi.
Sholikhah, Rahmatika Luthfiana. (2017). Krinok pada Kebudayaan Suku Batin di Desa Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi: Kontinuitas, Perubahan, dan Fungsi. (Skripsi Etnomusikologi: Universitas Sumatera Utara).
Simatupang, Lono. (2013). Pergelaran Sebuah Mozaik Penelitian Seni Budaya. Yogyakarta: Jalasutra.
Sugiyartati, A., Arafah, B., Rahman, F., & Makka, M. (2020). Cultural Values in Oral Literature of Krinok: Antropolinguistic Study. Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching, 4(2), 316–321.
Svašek, Maruška. (2007). Anthropology, Art and Cultural Production. London: Pluto Press.
Svašek, Maruška. (2012). "Affective Moves: Transit, Transition, and Transformation”, introduction dalam Moving Subjects, Moving Objects: Transnationalism, Cultural Production and Emotions, Maruška Svašek (ed). New York and Oxford: Berghahn Books.
Sztompka, P. (2004). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta : Prenada Media.
Narasumber
Hussain Efendi, Kadispora (Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga) Kabupaten Bungo, 25 Agustus 2016.
1.png)




