KONSEP JIWA MENURUT AL-GHAZALI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.30631/q94mbh17Abstract
Pemikiran Al-Ghazali tentang jiwa (al-nafs) menempati posisi sentral dalam tradisi filsafat dan tasawuf Islam, terutama dalam kaitannya dengan pembentukan akhlak manusia. Namun demikian, dalam konteks kontemporer, khususnya pada fase perkembangan remaja yang ditandai oleh dinamika psikologis dan krisis moral, relevansi konsep kejiwaan Al-Ghazali masih jarang dikaji secara sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana konsep jiwa menurut Al-Ghazali dan sejauh mana relevansinya dalam pembentukan akhlak remaja? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, dengan sumber data utama berupa karya-karya Al-Ghazali serta literatur pendukung yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap keterkaitan antara konsep jiwa dan pembentukan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, kondisi jiwa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan akhlak. Jiwa yang sehat, seimbang, dan terdidik melalui pengendalian nafsu, penguatan akal, serta penyucian hati (tazkiyah al-nafs) akan melahirkan akhlak yang baik. Dalam konteks remaja, konsep ini relevan sebagai kerangka konseptual dalam pembinaan moral dan spiritual, meskipun penerapannya memerlukan adaptasi terhadap tantangan sosial-budaya modern. Penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Al-Ghazali memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan akhlak remaja secara konseptual.
Kata Kunci: Konsep Jiwa, al-Ghazali, Akhlak Remaja



