Pengaruh PAD, DAK Dan DBH Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Melalui Belanja Langsung Di Kabupaten Merangin

Penulis

  • Selamet Edi Sucipto STIE Ya Bangko

DOI:

https://doi.org/10.30631/iltizam.v6i1.1289

Kata Kunci:

Belanja Langsung, Pertumbuhan Ekonomi, PAD, DBH

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis pengaruh PAD, DAK dan DBH terhadap Belanja Langsung di Kabupaten Merangin selama tahun 2001-2015. 2) Untuk menganalisis pengaruh PAD, DAK, dan DBH terhadap Pertumbuhan Ekonomi melalui Belanja Langsung di Kabupaten Merangin selama tahun 2001-2015. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis jalur (path analysis) dan menggunakan alat analisis regresi linier berganda, dengan menggunakan 2 (dua) persamaan yaitu 1) Pengaruh PAD, DAK dan DBH terhadap Belanja Langsung. 2) Pengaruh PAD, DAK, DBH dan Belanja Langsung terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Dari hasil analisis jalur untuk persamaan pertama yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang mampu mempengaruhi  belanja langsung adalah variabel DAK, sementara PAD dan DBH tidak berpengaruh terhadap belanja langsung. DAK mempunyai pengaruh yang positif terhadap belanja langsung. Secara langsung DAK dapat memberikan pengaruh besar dan positif terhadap belanja langsung, sementara bila dilihat pengaruh secara tidak langsung DAK terhadap belanja langsung melalui PAD dan DBH dapat berpengaruh positif namun pengaruhnya lebih keil dibandingkan pengaruh langsung DAK terhadap belanja langsung di Kabupaten Merangin.

Dari hasil analisis jalur untuk persamaan kedua yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yang mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui belanja langsung adalah variabel DAK dan DBH, sementara PAD tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. DAK, DBH dan belanja langsung  mempunyai pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara langsung DAK, DBH dan belanja langsung mempunyai pengaruh besar dan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara bila dilihat pengaruh secara tidak langsung DAK dan DBH terhadap pertumbuhan ekonomi melalui belanja langsung lebih kecil pengaruhnya dibandingkan pengaruh langsung DAK dan DBH terhadap pertumbuhan ekonomi.

Referensi

Abdul Halim. (2007). Seri Bunga Rampai Manajmenen Keuangan daerah Pengelolaan Keuangan Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Abdullah Syukriydan Abdul Halim (2006)."Studi atas Belanja Modal pada Anggaran Pemerintah Daerah dalam Hubungannya dengan Belanja Pemeilharaan dan Sumber Pendapatan'.Jurnal Akuntansi Pemerintah. Vol.2No.2 Hal 17-32

Abdullah, Syukriy & Abdul Halim. (2004). "Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU )dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Pemerintah Daerah”.

Andirfa, Mulia. 2009. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli

Daerah, Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah

Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal. Jurnal. Fakultas

Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Syiah Kuala Darussalam,

Banda Aceh.

Bastian, Indra. 2006. Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintahan Daerah di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.

Bati. 2009. Pengaruh Belanja Modal Sebagai Komponen Belanja Langsung dan PAD Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (studi kasus pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara). Skripsi FEUSU (tidak dipubliksasikan).

Bps. 2015. Jambi Dalam Angka. Jambi: BPS Jambi.

Dajan, A, 1993. Pengantar Metode Statistik Jilid I, LP3ES, Jakarta.

DarwantodanYuliaYustikasari. (2007). "Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal”. Simposium Nasional Akuntansi. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, Vol 08 No. 01. February 2007. BPFE UGM. Yogyakarta

Darise, Nurlan. 2006. Pengelolaan Keuangan Daerah. Jakarta: PT. Indeks

Dumairy. 1999. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga

Gultom. Lamria. 2012. Analisis Pengaruh Komponen Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Jambi Periode 2000-2010. Skripsi FE UNJA (tidakdipublikasikan).

Halim, Abdul &Syukriy Abdullah. (2004). Pengaruh Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Pemda: Studi Kasus Kabupaten dan Kota di Jawa dan Bali. Jurnal Ekonomi STEI No.2/Tahun XIII/25.

Halim, Abdul &Syukriy Abdullah. (2006). Hubungan dan Masalah Keagenan di Pemerintahan Daerah: Sebuah Peluang Penelitian Anggaran dan Akuntansi. Jurnal Akuntansi Pemerintah 2(1): 53-64.

HariAdi, Priyo. 2006. ”Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Belanja Pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah”. Simposium Nasional Akuntansi IX.

Hasanudin, M. 2010. Kajian Ekonomi Regional Propinsi Jambi Tahun 2010.Jambi: BI Seksi Statistik Dan Kajian Ekonomi Moneter

Ihyaul Ulum. (2008). Akuntansi Sektor Publik. Malang: UMM Press

Kesit Bambang Prakosa. (2004). Analisis Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan pendapatan Asli Daerah (Study Empirik di Wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY). Desember: Yogyakarta

Mahmudi.(2006). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Yogyakarta:

Andi

Mustaqim. 2001. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jambi: Fakultas Ekonomi UNJA.

Najiah, Laeni. 2013. Analisis Pengaruh PAD, Dana Perimbangan dan Belanja Langsung terhadap PDRB di Kota Depok. http//:Jurnal.ekonomi.pembangunan. diakses pada 23 Juli 2015.

Nugroho, Bhuono, Agung. (2005). Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian Dengan SPSS, Edisi I. Yogyakarta: Andi

Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Peraturan Pemerintah republic Indonesia No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 Tahun 2010 tentangStandar Akuntansi Pemerintah

Putro, Nugroho S. 2010. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran

Belanja Modal (Studi Kasus Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa

Tengah). Jurnal.Fakultas Ekonomi Universitas Diponogoro

Rahmadi, Dkk. 2000.Pengaruh Perbedaan Elastisitas Penerimaan Dan elastisitas Pengeluaran Pembangunan terhadap Keterganntungan Bantuan Pembangunan Pusat (studi Kasus Daerah Tkt 1 Jambi Periode 1980-1995). Jambi: Fakultas Ekonomi UNJA.

Saragih, JuliPanglima. (2003). Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah dalam Otonomi. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Siregar.Sofyan. 2012. Statistika Deskriptif Untuk Penelitian. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Stungkir, Anggiat (2009). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal (Studi Empiris Pada pemkot/Pemkab Sumatera Utara. Juli. Medan

Supangat, A, 2007, Statistika, dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Non Parametrik. Kencana Prenada Media Grup, Jakarta.

Suparmoko, 2000.Keuangan Negara Edisi 5, BPFE, Yogyakarta.

Suparmoko, M, 2002. Ekonomi Publik (untuk Keuangan dan Pembangnan Daerah), Andi, Yogyakarta.

Widarjono, Agus. 2009. Ekonometrika Pengantar Dan Aplikasinya. Yogyakarta: Ekonisia

Yovita, Farah Marta and Utomo, Dwi Cahyo (2011). Pengaruh Pertumbuhan

Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal.(Studi Empiris Pada Pemerintah Provinsi Se Indonesia Periode 2008 – 2010). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

Diterbitkan

2022-06-25

Cara Mengutip

Edi Sucipto, S. (2022). Pengaruh PAD, DAK Dan DBH Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Melalui Belanja Langsung Di Kabupaten Merangin. ILTIZAM Journal of Shariah Economics Research, 6(1), 131-144. https://doi.org/10.30631/iltizam.v6i1.1289