TEOSOFI POLITIK ISLAM: POSISI POLITIK ISLAM DALAM ISLAM NUSANTARA
DOI:
https://doi.org/10.30631/tx8mtm91Keywords:
Teosofi, Politik Islam, Islam NusantaraAbstract
Artikel ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami politik Islam tidak hanya sebagai praktik kekuasaan, tetapi juga sebagai fenomena spiritual dan kultural yang berkelindan dengan pengalaman keagamaan masyarakat Muslim Indonesia. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana teosofi politik Islam memposisikan politik Islam dalam konteks Islam Nusantara, serta bagaimana relasi antara dimensi spiritual, etika, dan praktik politik tersebut membentuk karakter sosial umat. Kajian ini menggunakan kerangka teori teosofi sebagai pendekatan filosofis-spiritual untuk membaca politik Islam sebagai wahana pengaktualisasian potensi manusia dalam memahami misteri Ilahi melalui simbol-simbol duniawi, serta memadukannya dengan konsep Islam Nusantara yang menekankan dialog antara ajaran normatif Islam dan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi pustaka (library research), melalui analisis kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan teosofi, politik Islam, dan Islam Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa politik Islam dalam perspektif Islam Nusantara menempati posisi strategis sebagai instrumen pembentukan akhlak sosial dan spiritual umat, di mana praktik politik tidak semata-mata diarahkan pada perebutan kekuasaan, tetapi pada penegakan keadilan, kesejahteraan, dan nilai-nilai Ilahiyah. Temuan ini menegaskan bahwa teosofi politik Islam memberikan kontribusi penting dalam membangun model politik Islam yang moderat, humanis, dan berkeadaban sesuai dengan konteks sosial-budaya Nusantara.



