PERAN IBU DALAM PENGENALAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM

  • Umil Muhsinin Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi pada 5 tahun terakhir ini menjadi bukti nyata kurangnya pendidikan seks pada anak. Orang tua masih menganggap “tabu” untuk membicarakan seks bersama anak apalagi mengajarkannya. Padahal, orang tua (terutama ibu) mempunyai tanggungjawab penuh dalam memberikan dasar pendidikan seks pada anak sejak dini. Hal ini dikarenakan ibu adalah madrasah pertama bagi anakanaknya. Pendidikan seks yang diberikan pada anak sejak dini mampu memberikan pengetahuan kepada anak seputar seks dan akan membentengi anak dari perilaku kekerasan seksual maupun penyimpangan seksual. Beberapa pokok pendidikan seks dalam perspektif islam yang dapat dilakukan oleh ibu terhadap anaknya adalah: mengajarkan toilet training, menanamkan rasa malu pada anak, menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan, memisahkan tempat tidur, mengenalkana waktu berkunjung ke kamar orang tua, mengenalkan mahram, mendidik untuk selalu menjaga pandangan mata, mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilât, mendidik anak agar tidak melakukan khalwat, mendidik etika berhias dan Ihtilâm dan haid.

Published
2018-10-15
How to Cite
MUHSININ, Umil. PERAN IBU DALAM PENGENALAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM. Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, [S.l.], v. 2, n. 01, oct. 2018. ISSN 2528-6951. Available at: <http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/an-Nisa/article/view/119>. Date accessed: 20 aug. 2019.
Section
Articles