PARADIGMA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI ERA GLOBALISASI (Studi Gender di Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)

  • Nermawati Nermawati

Abstract

Islam memberikan hak-hak kepada perempuan seperti yang diberikan kepada laki-laki dan membebankan kewajiban yang sama kepada keduanya, kecuali beberapa hal yang khas bagi perempuan atau bagi bagi laki-laki karena adanya dalil syara’. Dalam pandangan Islam, pendidik perempuan harus memiliki sifat kepribadian yang baik, maksudnya seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat yang mulia (akhlakul karimah). Landasan utama pendidik Islami adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, karena Al-qur’an dan Sunnah Rasul merupakan sumber dari segala sumber pedoman kehidupan umat Islam.


Islam gives to women's rights as given to men and to impose the same obligation to both of them, except for a few things that typical for women or for the men for their arguments of syara’. In the Islamic view of women educators should have a good personality trait, meaning that an educator should have noble qualities (akhlakul karimah). Islamic educators is the main foundation of the Qur'an and Sunnah, because the Qur'an and Sunnah is the source of all sources of guidance the lives of Muslims.

Published
2018-10-15
How to Cite
NERMAWATI, Nermawati. PARADIGMA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI ERA GLOBALISASI (Studi Gender di Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi). Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, [S.l.], v. 2, n. 01, oct. 2018. ISSN 2528-6951. Available at: <http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/an-Nisa/article/view/115>. Date accessed: 16 oct. 2019.
Section
Articles