PENGGUNAAN ZAKAT UNTUK MEMBANGUN PUSAT ISLAM DAN RELATIVITAS MAQÂṢID AL-SYARΑAH

  • busyro busyro Fakultas Syariah IAIN Bukittinggi

Abstract

Salah satu mustahik zakat yang termasuk dalam asnaf delapan adalah fî sabîlillâh. Fî sabîlillâh atau orang yang berjuang di jalan Allah, dalam perkembangannya, diluaskan maknanya untuk membangunan tempat ibadah dan pusat-pusat kegiatan Islam. Perluasan makna ini tentu saja perlu dilihat dalam hubungannya dengan maqâṣid al-syarî‘ah, khususnya berkenaan dengan salah satu instrumen utama maqâṣid al-syarî’ah, yaitu ‘illat. Pembahasan dengan menggunakan ‘illat menyimpulkan bahwa pengembangan makna fî sabîlillâh dan penggunaan zakat kepada selain jihad dibolehkan selama diperuntukkan membantu individu-individu yang berjuang demi tegaknya agama dengan cara membiayai aktifitas mereka, dan makna inilah  yang lebih sesuai dengan maqâṣid al-syarî‘ah.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-01-04
How to Cite
BUSYRO, busyro. PENGGUNAAN ZAKAT UNTUK MEMBANGUN PUSAT ISLAM DAN RELATIVITAS MAQÂṢID AL-SYARΑAH. Al-Risalah, [S.l.], v. 18, n. 2, jan. 2019. ISSN 2540-9522. Available at: <http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/al-risalah/article/view/87>. Date accessed: 19 mar. 2019. doi: https://doi.org/10.30631/al-risalah.v18i2.87.
Section
Articles