PELARANGAN PERKAWINAN SATU MARGA DALAM ADAT BATAK MANDAILING (STUDI KASUS DI DESA PENYENGGERAHAN, KABUPATEN PASAMAN, PROVINSI SUMATERA BARAT)

  • Samin Batubara Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan pelarangan perkawinan semarga di Desa Muara Penyenggerahan, Kecamatan Rao, Provinsi Sumatera Barat serta menguji hipotesa yang menyatakan pelarangan tersebut telah mengalami pergeseran nilai di tengah masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode fenomenologis. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelarangan perkawinan semarga dalam perspektif adat Batak Mandailing di Desa Muara Penyenggerahan tetap eksis. Namun dalam prakteknya sekarang, aturan adat ini mengalami pergeseran karena alasan-alasan internal dan eksternal dari pasangan yang menikah semarga tersebut. Selanjutnya, ditinjau dari perspektif hukum Islam, pelarangan perkawinan semacam ini tidak sesuai dengan hukum Islam.


Kata Kunci: Perkawinan Semarga, Batak Mandailing

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-12-21
How to Cite
BATUBARA, Samin. PELARANGAN PERKAWINAN SATU MARGA DALAM ADAT BATAK MANDAILING (STUDI KASUS DI DESA PENYENGGERAHAN, KABUPATEN PASAMAN, PROVINSI SUMATERA BARAT). Al-Risalah, [S.l.], v. 18, n. 2, dec. 2018. ISSN 2540-9522. Available at: <http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/al-risalah/article/view/37>. Date accessed: 19 mar. 2019. doi: https://doi.org/10.30631/al-risalah.v18i2.37.
Section
Articles