Konsep Etnosentrisme Ibn Taimiyyah dan Gerakan Arabisme di Indonesia

  • D.I Ansusa Putra

Abstract

 Sebuah gerakan tidak bisa dipisahkan dari sebuah konstruk konseptual yang melatarbelakanginya. Baik berupa ideologi politik, mazhab agama maupun kecendrungan budaya. Salah satu gerakan masif saat ini adalah gerakan arabisme. Gerakan arabisme merupakan gerakan transnasional yang merebak di seluruh penjuru dunia. Dengan segala pro-kontra gerakan ini menjadi momok khususnya dalam dunia Islam. Berkaitan dengan hal itu terdapat satu tokoh yang selalu dikait-kaitkan dengan gerakan Arabisme; Ibn Taimiyyah. Namun, jika dilihat dalam kronologi sejarah Ibn Taimiyyah tumbuh pada masa kekhalifahan Abbasiyah yang belum mengenal ‘nasionalisme Arab’. Tulisan ini akan menyajikan data-data hasil penafsiran Ibn Taimiyyah yang mengkorelasikan kedua hal tersebut, yaitu: Arabisme dan Ibn Taimiyyah dengan metode analisis konten. Tulisan ini juga mendiskusikan bagaimana konstruk konseptual etnosentrisme Ibn Taimiyyah tersebut dipakai dalam gerakan arabisme khususnya di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-05-23
How to Cite
PUTRA, D.I Ansusa. Konsep Etnosentrisme Ibn Taimiyyah dan Gerakan Arabisme di Indonesia. Sulthan Thaha Journal of Social and Political Studies, [S.l.], v. 1, n. 01, may 2019. ISSN 2615-6172. Available at: <http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/STJSPS/article/view/277>. Date accessed: 17 nov. 2019.
Section
Articles