KONSEPSI HUKUM ISLAM DAN KUH PERDATA PASAL 8 UU TAHUN 1999 TENTANG PRAKTIK SEWA-BELI

  • Muhammad Aiman Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang argumentasi hukum yang mendasari praktik akad sewa-beli kendaraan dalam rangka mencarikan solusi bagi konsumen yang mengalami masalah wanprestasi. Praktik pembiyaan ini lebih dikenal dengan leasing yang merupakan kegiatan pembiayaan khusus untuk pengadaan barang modal yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan dengan pengaturan pembiayaan secara berkala. Dalam praktik tersebut tampak ketidakberdayaan konsumen dengan munculnya format-format perjanjian (contract standart) yang berpihak pada perusahaan, sehingga konsumen hanya dihadapkan dengan pilihan untuk menerima dengan segala konsekuensi kontrak yang relartif berat atau justru batal membeli sepeda kendaraan. Perjanjian financial leasing ini dapat digolongkan dalam bentuk perjanjian tidak bernama, karena tidak diatur dalam KUHPerdata dan merupakan suatu bentuk perjanjian yang muncul, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Munculnya perjanjian semacam ini karena adanya kebebasan berkontrak sebagaimana yang diatur dalam KUHPerdata. Data penelitian ini dihimpun melalui data yang diperoleh dari lapangan secara langsung yang selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perjanjian financial ini dalam hukum Islam tergolong bentuk perjanjian ijarah muntahiah bi al-tamlik , karena dalam satu kontrak ini terjadi dua bentuk perjanjian yaitu, murabahah (bagi hasil) dan ijarah (sewa menyewa). Hal itu sah-sah saja selama tidak menyelahi aturan-aturan yang berlaku dan tidak keluar dari ketentuan-ketentuan syarak. Sejalan dengan kesimpulan di atas maka penulis menyarankan dalam pemberian penjelasan tentang bagaimana perjanjian financial leasing hendaknya memperhatikan aspek karakteristik dari masyarakat itu sendiri, karena dengan adanya penjelasan yang begitu sempurna dalam proses pengajuan kredit akan membuat calon konsumen lebih tertarik dan berminat, karena tidak ada kekurangan atau kejanggalan dalam memilih dan memutuskan untuk mengajukan kredit pada perusahaan.