PROGRAM PELESTARIAN DAN NILAI EKONOMIS RUMAH ADAT MASYARAKAT OSING

  • Nofi Nurman Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstract

Pembangunan desa merupakan bagian dari pembangunan nasional. Pasca reformasi, desa diberikan ruang untuk mengelola rumah tangganya sendiri berdasarkan karakteristik desa itu sendiri. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) telah membuka sebuah era baru dalam pembangunan di Indonesia. Bukan hanya dikarenakan penduduk Indonesia terkonsentrasi di daerah pedesaan, melainkan desa-desa di Indonesia memiliki tantanan kehidupan yang telah lama dipegang teguh oleh masyarakatnya, salah satunya Desa Kemiren, desa wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi tahun 2010-2015 yakni, “mewujudkan Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata nasional yang berbasis kebudayaan dan potensi alam serta lingkungan”. Selain menjaga kelestarian budaya setempat, program pembangunan desa yang berbasis kearifan lokal juga memberikan dampak positif dalam menunjang pembangunan ekonomi masyarakat di Desa Kemiren. Ada berbagai potensi dan ciri khas yang dimiliki masing-masing desa, antara lain: flora, fauna, rumah adat, pemandangan alam, iklim, makanan tradisional, kerajinan tangan, seni tradisional, dan sebagainya.Tentunya semua potensi itu tidak akan mengalami perkembangan tanpa adanya partisipatif langsung dari masyarakat setempat.